pertemuan yang terpisahkan...
perpisahan yang mempertemukan..
....
ingatan itu meleleh dalam kerinduanku padamu...
satu persatu seakan memberikan bulir bulir pada air mataku..
bersinar indah memancarkan kenangan...
yang tersakiti.. yang disakiti..
yang mencintai...yang dicintai..
yang meninggalkan.. yang tertinggal...
yang ada... dan yang kini tiada...
pilihankukah itu... pilihanmukah itu..
tak mungkin lagi terurai.. sudah terpatri dalam setiap helai jiwaku..
namun tak mungkin juga kan ditempuh... perjalanan ini..
terlalu melelahkan bagi hatiku..
terlalu menyakitkan untuk kusadari..
segalanya.... mungkin telah kau rubah...
.....
hendak kaututupkan lembaran itu..
hendak kaumulaikah lembaran baru... tanpaku..
tanpa apa yang telah terlukiskan dalam hidupku..
......
meski perih kurasakan...
tanganku tetap kan terulur padamu...
berharap kau kembali...
dan juga berserah... melepaskanmu pergi...
....
kan kugenggam...apa yang telah kumiliki...
yang tak tergenggam..biarlah menjadi miliknya... bukan milikku..
yang tak mampu kugenggam...biarlah tak kuinginkan lagi menjadi milikku...
....
tetap saja... bunga yang telah mekar dengan indahnya itu.... akan menceritakan kisahnya...
hingga sampai ke tanah... terurai..dan mati...
tetap saja... yang terurai dan yang mati... akan memberikan kehidupan yang baru..
yang akan kulukiskan kembali dengan indah dalam hidupku..
berwarna warni indah..pada akhirnya nanti... meski tanpamu...
....
tetap saja... rumah yang telah kaubangun untukku itu.. akan menceritakan kisahnya..
kisah antara kau dan aku... kisah tentang sebuah pertemuan dan perpisahan...
dan kisah tentang sebuah pilihan...
....sampai akhirnya nanti... sebuah kisah baru yang lebih indah akan kuukir disana.. terpatri dalam setiap ruangnya... terpatri dalam setiap dinding dan lantainya...
..... tak usah kau heran... jika aku memilih untuk tak menghancurkan apa yang telah kau bangun...
....karna kau tahu..?... sedikitpun.. aku tak pernah meminta balas akan cintaku padamu...
dan akan apa yang telah kauberikan padaku... akan kukenang dengan indah... hingga kututup usiaku...
.....
itulah cintaku..
itulah pilihanku...
...
dan tak kan sedikitpun kusesali...
...
karna hidup ini begitu indahnya... untuk kulewatkan..hanya karena kau tak bersamaku...
Tuesday, September 15, 2009
tersenyumlah
tersenyumlah...
buku itu sudah terlalu penuh untuk kau isi lagi dengan segala keluhan dan kesedihanmu !...
go buy a new one!..
its ur own choice anyway...
(^-^)..
belajarlah untuk sedikit lebih dewasa lagi dari kamu yang kemaren..
dan jadikan semua masalah dan bebanmu itu hanyalah sebuah tantangan kecil untuk kau taklukkan..
.... tak kan mudah.. dan tak akan begitu sulit..
karena itu.. tersenyumlah..
dan berikan cintamu... dengan tulus..
and sure u'll find... kebahagiaan sejati..
yang tak hanya sebatas keluhanmu saja...
....
see...
and listen...
alam memanggilmu..
untuk bernyanyi bersama mereka..
menebarkan kegembiraan di atas tanah yang kita cintai ini...
buku itu sudah terlalu penuh untuk kau isi lagi dengan segala keluhan dan kesedihanmu !...
go buy a new one!..
its ur own choice anyway...
(^-^)..
belajarlah untuk sedikit lebih dewasa lagi dari kamu yang kemaren..
dan jadikan semua masalah dan bebanmu itu hanyalah sebuah tantangan kecil untuk kau taklukkan..
.... tak kan mudah.. dan tak akan begitu sulit..
karena itu.. tersenyumlah..
dan berikan cintamu... dengan tulus..
and sure u'll find... kebahagiaan sejati..
yang tak hanya sebatas keluhanmu saja...
....
see...
and listen...
alam memanggilmu..
untuk bernyanyi bersama mereka..
menebarkan kegembiraan di atas tanah yang kita cintai ini...
sayap yang terluka
meninggalkanmu...
menusuk dan melukai sayapku...
aku tahu aku tak akan mampu terbang lagi...
dan memang aku tak ingin terbang lagi..
karena di semesta itu..
sudah tidak ada lagi yang ingin kutemui..
....
bersamamu...
menusuk dan melukai sayapmu..
karena aku tau... aku tak mampu memberimu kebahagiaan yang kau pinta...
......
jika aku diam saja...
pedang itu akan menusuk lebih banyak lagi...
mereka yang akan terluka..
karena kejujuran dan ketulusan yang tak lagi bersemi diantara kau dan aku...
....
jadi biarlah seperti ini...
....
melukaimu.... membunuhku...
menyakitimu.... menyayat hatiku...
......tapi biarlah..untuk yang terakhir kalinya...
dan waktu akan menyembuhkan lukamu..
dan membuatmu terbang bebas ke angkasa lagi...
.......
dan sayap yang terluka ini...
biarlah menjadi saksi..
betapa cintaku padamu tulus adanya..
dan hanya padamu..
meski aku tak setia
meninggalkanmu...
menusuk dan melukai sayapku...
aku tahu aku tak akan mampu terbang lagi...
dan memang aku tak ingin terbang lagi..
karena di semesta itu..
sudah tidak ada lagi yang ingin kutemui..
....
bersamamu...
menusuk dan melukai sayapmu..
karena aku tau... aku tak mampu memberimu kebahagiaan yang kau pinta...
......
jika aku diam saja...
pedang itu akan menusuk lebih banyak lagi...
mereka yang akan terluka..
karena kejujuran dan ketulusan yang tak lagi bersemi diantara kau dan aku...
....
jadi biarlah seperti ini...
....
melukaimu.... membunuhku...
menyakitimu.... menyayat hatiku...
......tapi biarlah..untuk yang terakhir kalinya...
dan waktu akan menyembuhkan lukamu..
dan membuatmu terbang bebas ke angkasa lagi...
.......
dan sayap yang terluka ini...
biarlah menjadi saksi..
betapa cintaku padamu tulus adanya..
dan hanya padamu..
meski aku tak setia
menusuk dan melukai sayapku...
aku tahu aku tak akan mampu terbang lagi...
dan memang aku tak ingin terbang lagi..
karena di semesta itu..
sudah tidak ada lagi yang ingin kutemui..
....
bersamamu...
menusuk dan melukai sayapmu..
karena aku tau... aku tak mampu memberimu kebahagiaan yang kau pinta...
......
jika aku diam saja...
pedang itu akan menusuk lebih banyak lagi...
mereka yang akan terluka..
karena kejujuran dan ketulusan yang tak lagi bersemi diantara kau dan aku...
....
jadi biarlah seperti ini...
....
melukaimu.... membunuhku...
menyakitimu.... menyayat hatiku...
......tapi biarlah..untuk yang terakhir kalinya...
dan waktu akan menyembuhkan lukamu..
dan membuatmu terbang bebas ke angkasa lagi...
.......
dan sayap yang terluka ini...
biarlah menjadi saksi..
betapa cintaku padamu tulus adanya..
dan hanya padamu..
meski aku tak setia
meninggalkanmu...
menusuk dan melukai sayapku...
aku tahu aku tak akan mampu terbang lagi...
dan memang aku tak ingin terbang lagi..
karena di semesta itu..
sudah tidak ada lagi yang ingin kutemui..
....
bersamamu...
menusuk dan melukai sayapmu..
karena aku tau... aku tak mampu memberimu kebahagiaan yang kau pinta...
......
jika aku diam saja...
pedang itu akan menusuk lebih banyak lagi...
mereka yang akan terluka..
karena kejujuran dan ketulusan yang tak lagi bersemi diantara kau dan aku...
....
jadi biarlah seperti ini...
....
melukaimu.... membunuhku...
menyakitimu.... menyayat hatiku...
......tapi biarlah..untuk yang terakhir kalinya...
dan waktu akan menyembuhkan lukamu..
dan membuatmu terbang bebas ke angkasa lagi...
.......
dan sayap yang terluka ini...
biarlah menjadi saksi..
betapa cintaku padamu tulus adanya..
dan hanya padamu..
meski aku tak setia
Monday, September 14, 2009
membunuhmu..
awan itu tak bergerak melaju...
akupun terhisap oleh kelamnya waktu...
hendak terhentikah putaran ini..
hendak terpetikkah benih kehidupan ini...
....
tak mudah untuk kumengerti..
saat api itu datang dan membakar perihku...
tak mudah untuk kupahami...
saat badai dan hujan turun membanjiri keluku..
....
biarkan berputar segala kebencian yang ada..
biarkan menghujam turun ke bumi keterpurukan itu...
aku bukannya hanya akan diam dan menatapmu...
aku bukannya akan mengikat tanganku kepenjurumu...
...
aku akan berlari mengejar dan menangkapmu dengan yakinku..
aku akan mendaki bukit yang kau jaga dan kusebarkan benih harapan disana..
aku akan menatapmu dan menciummu dengan beribu cinta...
aku akan memelukmu erat dan membuatmu merasakan hangatnya ketulusan..
dan aku akan membunuhmu... dengan semua kebaikan yang kumiliki...
hingga kau akan hidup kembali dalam semesta yang indah..
semesta yang akan melukiskan pelangi dalam hidupmu..
semesta yang akan memekarkan ribuan bunga mawar tak berduri untuk menemanimu..
semesta yang akan kauhabiskan dengan penuh cinta dan ketulusan...
akupun terhisap oleh kelamnya waktu...
hendak terhentikah putaran ini..
hendak terpetikkah benih kehidupan ini...
....
tak mudah untuk kumengerti..
saat api itu datang dan membakar perihku...
tak mudah untuk kupahami...
saat badai dan hujan turun membanjiri keluku..
....
biarkan berputar segala kebencian yang ada..
biarkan menghujam turun ke bumi keterpurukan itu...
aku bukannya hanya akan diam dan menatapmu...
aku bukannya akan mengikat tanganku kepenjurumu...
...
aku akan berlari mengejar dan menangkapmu dengan yakinku..
aku akan mendaki bukit yang kau jaga dan kusebarkan benih harapan disana..
aku akan menatapmu dan menciummu dengan beribu cinta...
aku akan memelukmu erat dan membuatmu merasakan hangatnya ketulusan..
dan aku akan membunuhmu... dengan semua kebaikan yang kumiliki...
hingga kau akan hidup kembali dalam semesta yang indah..
semesta yang akan melukiskan pelangi dalam hidupmu..
semesta yang akan memekarkan ribuan bunga mawar tak berduri untuk menemanimu..
semesta yang akan kauhabiskan dengan penuh cinta dan ketulusan...
teman..jalan kita mungkin tak sama..
Teman...
aku tidak kehilangan arah..
aku hanya tidak memilih jalan yang kau pilih...
Teman...
Aku tau kau mengkuatirkan aku..
Akan jalan yang kini kutempuh...
Tapi percayalah padaku..
Seperti selama ini kau telah menggenggam tanganku..
Jalan ini.. Mungkin tak sama dengan jalanmu..
Jalan yang dulu juga kupilih..
Jalan ini..jalan yang jauh berbeda...
Namun jalan inilah yang aku pilih untuk hidupku..
Mengertilah...
...Teman..
Teman..
Lihatlah kedalamku..
Tetap yang sama untukmu..
Tangan yang sama yang akan menggandengmu..
Hati yang sama yang akan memelukmu..
Cinta yang sama yang akan menemanimu..
Meski jalan kita kini tak sama...
...
Teman...
Aku bukannya kehilangan pikiranku...
Aku hanya berpikir..apa yang tak kaupikirkan..
Aku juga bukannya kehilangan jati diriku..
Aku hanya sedang memastikan jati diriku..
...
Teman...
Kalau kau tak dapat mengerti jalan yang kupilih..
Mengertilah aku..
....Karna aku bukan meninggalkanmu..
Aku hanya mencoba membangun bahteraku..
Dan akupun akan selalu menyediakan ruang untukmu disana..
...
Teman...
Sungguh...aku mencintaimu..
Dan segala apa yang kau pilih untukmu..
aku tidak kehilangan arah..
aku hanya tidak memilih jalan yang kau pilih...
Teman...
Aku tau kau mengkuatirkan aku..
Akan jalan yang kini kutempuh...
Tapi percayalah padaku..
Seperti selama ini kau telah menggenggam tanganku..
Jalan ini.. Mungkin tak sama dengan jalanmu..
Jalan yang dulu juga kupilih..
Jalan ini..jalan yang jauh berbeda...
Namun jalan inilah yang aku pilih untuk hidupku..
Mengertilah...
...Teman..
Teman..
Lihatlah kedalamku..
Tetap yang sama untukmu..
Tangan yang sama yang akan menggandengmu..
Hati yang sama yang akan memelukmu..
Cinta yang sama yang akan menemanimu..
Meski jalan kita kini tak sama...
...
Teman...
Aku bukannya kehilangan pikiranku...
Aku hanya berpikir..apa yang tak kaupikirkan..
Aku juga bukannya kehilangan jati diriku..
Aku hanya sedang memastikan jati diriku..
...
Teman...
Kalau kau tak dapat mengerti jalan yang kupilih..
Mengertilah aku..
....Karna aku bukan meninggalkanmu..
Aku hanya mencoba membangun bahteraku..
Dan akupun akan selalu menyediakan ruang untukmu disana..
...
Teman...
Sungguh...aku mencintaimu..
Dan segala apa yang kau pilih untukmu..
katakanlah...cinta..
Kasih..
Tidakkah kau tau..
Perahu itu telah kusiapkan untuk kita berlayar...
Mengarungi luasnya samudra biru..
Entah badai..entah terik..entah kesejukan..
Tapi bersamamu...
....
Kasih..
Tidakkah kau tahu...
Kulukiskan sepasang malaikat dalam hatimu..
Menjaga cintamu..menjaga cintaku..
Hingga rindu itu berpadu dalam pelangi warna..
....
Kasih...
Tidakkah kau tahu...
Rangkaian kata ini.. kutujukan hanya untukmu..
Menyentuh hatimu.. membelai rasamu..
Menunggumu...
...
Kasih...
Biarkan angin saja yang merasakan keresahan hatimu..
Biarkan hujan saja yang mengambil galau cintamu..
Biarkan matahari saja yang menghanguskan ketakutanmu..
Dan biarlah hanya cinta itu..yang kau hantarkan padaku..
Untuk memenuhi kekosonganku..
Untuk menyirami kehausanku..
Untuk melengkapi kesendirianku..
....
Kasih...
Semua tidak akan begitu sulit untuk dikatakan..
Jika engkau mencoba untuk mempercayai hatiku..
...
Kasih..
Tidakkah kau tau..
Perahu itu telah kusiapkan untuk kita berlayar...
Mengarungi luasnya samudra biru..
Entah badai..entah terik..entah kesejukan..
Tapi bersamamu...
....
Kasih..
Tidakkah kau tahu...
Kulukiskan sepasang malaikat dalam hatimu..
Menjaga cintamu..menjaga cintaku..
Hingga rindu itu berpadu dalam pelangi warna..
....
Kasih...
Tidakkah kau tahu...
Rangkaian kata ini.. kutujukan hanya untukmu..
Menyentuh hatimu.. membelai rasamu..
Menunggumu...
...
Kasih...
Biarkan angin saja yang merasakan keresahan hatimu..
Biarkan hujan saja yang mengambil galau cintamu..
Biarkan matahari saja yang menghanguskan ketakutanmu..
Dan biarlah hanya cinta itu..yang kau hantarkan padaku..
Untuk memenuhi kekosonganku..
Untuk menyirami kehausanku..
Untuk melengkapi kesendirianku..
....
Kasih...
Semua tidak akan begitu sulit untuk dikatakan..
Jika engkau mencoba untuk mempercayai hatiku..
...
Kasih..
cinta....aku ada disini..untukmu
Aku mungkin tak berada di sisi mu...
Untuk mengulurkan tangan padamu ketika kau terjatuh..
Aku mungkin tak berada disisimu...
Untuk menyediakan pundak bagi air matamu..
Aku mungkin tak berada disisimu..
Untuk memelukmu saat kau merasa rapuh...
....
Aku sadari kehadiranku begitu semu di duniamu...
...
Namun apakah kau tau...
...
Jika akhirnya kau hancur juga..
Aku akan hadir disana untuk memunguti serpihan serpihan itu...
Dan akan kurangkai dengan cintaku...
Berapa lamapun waktu itu....
...
Apakah kau juga tahu...
Jika kau adalah gunung es..yang akhirnya harus meleleh...
Aku akan menjadi jurang yang dalam disekelilingmu...
Untuk menampung setiap cair lelehmu..
Dan menjadikannya danau yang indah...
....
..
Aku bukanlah pakaian yang akan menghangatkan tubuhmu..
Aku cinta... yang akan menghangatkan hatimu..
Aku bukanlah lilin yang akan menerangi jalanmu..
Aku cinta..yang akan menerangi hatimu..
....
dan jika kau harus tanyakan padaku..
Dimanakah aku ketika kau sangat membutuhkan aku..
Dan aku tak berada disampingmu...
..Kasih...aku ada disini...
Di semesta itu..
Selalu menunggumu..ketika kau sudah siap untuk kembali pulang kepadaku..
...Aku ada disini..
Menyiapkan segala yang kau perlukan dalam hatimu..
Cinta...
Untuk mengulurkan tangan padamu ketika kau terjatuh..
Aku mungkin tak berada disisimu...
Untuk menyediakan pundak bagi air matamu..
Aku mungkin tak berada disisimu..
Untuk memelukmu saat kau merasa rapuh...
....
Aku sadari kehadiranku begitu semu di duniamu...
...
Namun apakah kau tau...
...
Jika akhirnya kau hancur juga..
Aku akan hadir disana untuk memunguti serpihan serpihan itu...
Dan akan kurangkai dengan cintaku...
Berapa lamapun waktu itu....
...
Apakah kau juga tahu...
Jika kau adalah gunung es..yang akhirnya harus meleleh...
Aku akan menjadi jurang yang dalam disekelilingmu...
Untuk menampung setiap cair lelehmu..
Dan menjadikannya danau yang indah...
....
..
Aku bukanlah pakaian yang akan menghangatkan tubuhmu..
Aku cinta... yang akan menghangatkan hatimu..
Aku bukanlah lilin yang akan menerangi jalanmu..
Aku cinta..yang akan menerangi hatimu..
....
dan jika kau harus tanyakan padaku..
Dimanakah aku ketika kau sangat membutuhkan aku..
Dan aku tak berada disampingmu...
..Kasih...aku ada disini...
Di semesta itu..
Selalu menunggumu..ketika kau sudah siap untuk kembali pulang kepadaku..
...Aku ada disini..
Menyiapkan segala yang kau perlukan dalam hatimu..
Cinta...
Saat semuanya terasa terhenti…
Saat semuanya terasa terhenti…
Kau telah menggenggam sebagian cintaku…
Kau bawa pergi entah kemana…
Kau bawa pergi entah akankah kembali…
…..
Aku menatap dalam hampa..
Aku meraba dalam kegelapan..
Hanya bisa mereka reka apa yang tak mampu kulihat…
Hanya mampu mengharapkan apa yang tak nyata..
Sejak semula… semua memang hanya terluka…
Sejak semula… semua memang hanya sebatas itu..
Sebatas apa yang kau hendak layangkan pada semestamu..
Sebatas apa yang kau tata di rasi bintangmu..
Sebatas apa yang sudah kau arungi dalam samudramu…
…
Tak pernah dapat kuraih..
Tak pernah dapat kurasakan…
Dan memang tak untuk kudapatkan…
…..
Satu persatu mulai runtuh..
Menjadi debu yang menutupi ruang ruang hatiku…
…..
Tak akan kusesali..
Karma semua teah menjadi sudut2 beku dalam cintaku..
Tak untuk dicairkan… tak untuk ditemukan…
Karena hanya satu kali saja..
Terbangun dan akan terlelap..
Kau telah menggenggam sebagian cintaku…
Kau bawa pergi entah kemana…
Kau bawa pergi entah akankah kembali…
…..
Aku menatap dalam hampa..
Aku meraba dalam kegelapan..
Hanya bisa mereka reka apa yang tak mampu kulihat…
Hanya mampu mengharapkan apa yang tak nyata..
Sejak semula… semua memang hanya terluka…
Sejak semula… semua memang hanya sebatas itu..
Sebatas apa yang kau hendak layangkan pada semestamu..
Sebatas apa yang kau tata di rasi bintangmu..
Sebatas apa yang sudah kau arungi dalam samudramu…
…
Tak pernah dapat kuraih..
Tak pernah dapat kurasakan…
Dan memang tak untuk kudapatkan…
…..
Satu persatu mulai runtuh..
Menjadi debu yang menutupi ruang ruang hatiku…
…..
Tak akan kusesali..
Karma semua teah menjadi sudut2 beku dalam cintaku..
Tak untuk dicairkan… tak untuk ditemukan…
Karena hanya satu kali saja..
Terbangun dan akan terlelap..
Dan bila semua serpihan itu harus hancur..
Dan bila semua serpihan itu harus hancur..
Biarlah menjadi saksi sejarah keindahan kenangan..
Tercipta dalam setiap butiran kemilaunya...
Menjadi cerminan cinta yang tak sampai ke pelukanku..
....
Bila nanti semua terurai ke bumi..
Biarlah lebur bersama kerasnya egomu...
Tak akan ada lagi yang tersisa..
Hanyalah setitik kecil asa yang terluka..
Yang kan hangus bersama panasnya hati yang tak mampu menerima...
...
Hingga akhirnya tiba..
Saat hujan kan turun dan membasahi letih yang tersisa..
Menghapus rindu dalam kebencian yang terjejakkan di bumi..
Bersama kembali menjadi ketiadaan...
...
Dan semua akan menjadi satu..
Dan satu akan terurai menjadi banyak...
Hingga memenuhi kembali semesta itu..
Entah dalam cinta atau ketiadaan..
Biarlah menjadi saksi sejarah keindahan kenangan..
Tercipta dalam setiap butiran kemilaunya...
Menjadi cerminan cinta yang tak sampai ke pelukanku..
....
Bila nanti semua terurai ke bumi..
Biarlah lebur bersama kerasnya egomu...
Tak akan ada lagi yang tersisa..
Hanyalah setitik kecil asa yang terluka..
Yang kan hangus bersama panasnya hati yang tak mampu menerima...
...
Hingga akhirnya tiba..
Saat hujan kan turun dan membasahi letih yang tersisa..
Menghapus rindu dalam kebencian yang terjejakkan di bumi..
Bersama kembali menjadi ketiadaan...
...
Dan semua akan menjadi satu..
Dan satu akan terurai menjadi banyak...
Hingga memenuhi kembali semesta itu..
Entah dalam cinta atau ketiadaan..
Wednesday, September 9, 2009
Jejak cinta yang terbuang
Terjejak cintaku diatas tanah..
Terpetakan rinduku diatas riuhnya gelora...
Seakan remuk asa dan pintaku..
Saat kau ragukan apa yang tlah kaumiliki..
...
Apa cinta itu buta..hingga masih kau tak mampu melihat tulusnya..?
Lalu mengapa kau tak menggapai tanganku tuk menuntunmu menuju terang..?
...
Apa cinta itu tuli..hingga masih kau tak mampu mendengar getarnya rinduku..?
Lalu mengapa kau tak bersandar pada pelukku,hingga dapat kubisikkan padamu cinta itu...?
....
Sekejap saja kau menghilang dari pandanganku...
Membuatku remuk redam...hingga bintangpun tak berkelip lagi..
Sebilah pedang yang tlah kusimpan..
Menyimpan kisah dan cerita...
Yang tak ingin sekedar kukenang...
...
Apakah kau tau...
Apakah kau mengerti...
Semua ini...
Membuatku hancur...
Terpetakan rinduku diatas riuhnya gelora...
Seakan remuk asa dan pintaku..
Saat kau ragukan apa yang tlah kaumiliki..
...
Apa cinta itu buta..hingga masih kau tak mampu melihat tulusnya..?
Lalu mengapa kau tak menggapai tanganku tuk menuntunmu menuju terang..?
...
Apa cinta itu tuli..hingga masih kau tak mampu mendengar getarnya rinduku..?
Lalu mengapa kau tak bersandar pada pelukku,hingga dapat kubisikkan padamu cinta itu...?
....
Sekejap saja kau menghilang dari pandanganku...
Membuatku remuk redam...hingga bintangpun tak berkelip lagi..
Sebilah pedang yang tlah kusimpan..
Menyimpan kisah dan cerita...
Yang tak ingin sekedar kukenang...
...
Apakah kau tau...
Apakah kau mengerti...
Semua ini...
Membuatku hancur...
Sesaat yang kupinta
Sesaat ingin kuberkata..
Dekati aku dengan kemilaunya hatimu...
Sesaat ingin kumenyentuhmu..
Membelai lembut dan meniupkan rindu di relungmu..
Sesaat ingin kumengejarmu...
Menangkap isyarat yang tak kumengerti...
Sesaat ingin kumendekapmu..
Mencoba cari jawaban akan gundahnya hati...
Sesaat ingin kumencacimu...
Terbalas diam dan bisunya bahasamu..
Sesaat ingin kumenghempasmu...
Dan membuatku terjatuh lebih dalam darimu..
Sesaat..hanya sesaat saja..
Karena kutau waktu kita mungkin tak sampai..
Sesaat..dan cuma sesaat..
Hanya cukup tuk bekukan keabadian cinta yg mungkin ada...
....
Sesaat... kuinginkan kejujuran dari hatimu..
Apakah itu cinta yang hendak kau kirimkan dihatiku..?..
..Sesaat saja.. Hanya sesaat..
Karna kutau waktu itu juga bukan milikku...
...
Sesaat.. Mengapa tak kaukumpulkan asa dan mimpimu..untuk bersamaku..
Sesaat... Tak kan pernah begitu lama..
Jika cinta yg kaugenggam itu tlah kauserahkan pada miliknya...
...Sesaat... Yang tak mudah...juga tak menyulitkan..
Sesaat.. Ijinkanlah hatimu..
Untuk menyatakan cinta yang terpendam...
Dekati aku dengan kemilaunya hatimu...
Sesaat ingin kumenyentuhmu..
Membelai lembut dan meniupkan rindu di relungmu..
Sesaat ingin kumengejarmu...
Menangkap isyarat yang tak kumengerti...
Sesaat ingin kumendekapmu..
Mencoba cari jawaban akan gundahnya hati...
Sesaat ingin kumencacimu...
Terbalas diam dan bisunya bahasamu..
Sesaat ingin kumenghempasmu...
Dan membuatku terjatuh lebih dalam darimu..
Sesaat..hanya sesaat saja..
Karena kutau waktu kita mungkin tak sampai..
Sesaat..dan cuma sesaat..
Hanya cukup tuk bekukan keabadian cinta yg mungkin ada...
....
Sesaat... kuinginkan kejujuran dari hatimu..
Apakah itu cinta yang hendak kau kirimkan dihatiku..?..
..Sesaat saja.. Hanya sesaat..
Karna kutau waktu itu juga bukan milikku...
...
Sesaat.. Mengapa tak kaukumpulkan asa dan mimpimu..untuk bersamaku..
Sesaat... Tak kan pernah begitu lama..
Jika cinta yg kaugenggam itu tlah kauserahkan pada miliknya...
...Sesaat... Yang tak mudah...juga tak menyulitkan..
Sesaat.. Ijinkanlah hatimu..
Untuk menyatakan cinta yang terpendam...
Serpihan cinta 2
Mampukah kita...
Mencair ketika panas..
Membeku ketika dingin..
... Tidak penting..!
Mampukah kita..
Terbang ketika naik..
Dan tenggelam ketika turun..
... Tidak penting !
....
Tapi apakah kamu mau...?
...
Menjadi panas ketika semua mengeras..
Hingga mampu kita melunakkan...
..
Maukah kita..
Menjadi dingin yang menyejukkan..
Ketika semua panas dan mulai meleleh..
..Maukah..?..
..
Saat semua memilih untuk terbang dan pergi..
Smentara hatimu harus tinggal dan menatap kepergian cintamu...
...
maukah kamu..
Tenggelam bersama derasnya benih benih kebenaran yang terapung..
Sementara yang lain memilih untuk terselamatkan oleh kenyamanan..
...
Maukah kamu...
Memilih..apa yang kau pilih..
Dan memilih..apa yang tidak kau pilih..
Maukah kamu...
Menjadi sadar ...dengan tidak menyadari..
Menjadi sadar..dengan menyadari..
..
Maukah kamu...
Maukah aku..
Maukah kita...
Menggenggam erat apa yang telah kau eratkan..
Meski hancur ragamu..perih jiwamu..
....
Maukah kita..
Maukah aku..
Maukah kamu..
Mencintai.. Dengan ketulusan...?
Mencair ketika panas..
Membeku ketika dingin..
... Tidak penting..!
Mampukah kita..
Terbang ketika naik..
Dan tenggelam ketika turun..
... Tidak penting !
....
Tapi apakah kamu mau...?
...
Menjadi panas ketika semua mengeras..
Hingga mampu kita melunakkan...
..
Maukah kita..
Menjadi dingin yang menyejukkan..
Ketika semua panas dan mulai meleleh..
..Maukah..?..
..
Saat semua memilih untuk terbang dan pergi..
Smentara hatimu harus tinggal dan menatap kepergian cintamu...
...
maukah kamu..
Tenggelam bersama derasnya benih benih kebenaran yang terapung..
Sementara yang lain memilih untuk terselamatkan oleh kenyamanan..
...
Maukah kamu...
Memilih..apa yang kau pilih..
Dan memilih..apa yang tidak kau pilih..
Maukah kamu...
Menjadi sadar ...dengan tidak menyadari..
Menjadi sadar..dengan menyadari..
..
Maukah kamu...
Maukah aku..
Maukah kita...
Menggenggam erat apa yang telah kau eratkan..
Meski hancur ragamu..perih jiwamu..
....
Maukah kita..
Maukah aku..
Maukah kamu..
Mencintai.. Dengan ketulusan...?
Serpihan cinta
Aku menangis..
Meski kutau tak ada gunanya..
Aku teriris..
Meski kutau ku tak kan terluka..
....Aku seakan melaju pada kereta kencana..
Memegang kendali namun kehilangan arah..
Hanya mampu ikuti arusnya..
Hanya mampu ratapi derasnya..
...
Sesakkk..
Walau ku masih tak terhimpit..
Panasss..
Walau ku masih tak terbakar..
Semakin sempit dan berhimpit..
Antara ego dan sejatinya...
...
Masih berharap..
Meski kutak tau apa yang takkuharapkan..
...
Semua tak ingin kuputus..hanya karena emosi yang tak terurus..
...
merapatkan barisan..
Merenggangkan barisan..
Melakukan keduanya..
Dengan tujuan yang sama dan berbeda..
Karna tak ada itu ada..
Dan yang ada itu tak ada..
Hanya bisa kutelusuri..
Dalam kata,rasa dan cinta..
-------------
Sony H Waluyo
Kukisahkan dongeng-dongeng
yang kuharap kau suka
dari satu dongeng ke lain
kucari mana yg membuatmu nyaman
...
diam ekspresimu
sungguh ku tak tahu
apakah kau jadi bahagia
ataukah menangis oleh dongeng-dongeng
mungkin aku terlalu egois
dengan ilusi-ilusiku pribadi
yang telah membuatmu
tercekam dalam diam seribu bahasa
biarkan ku pergi
membawa seribu dongeng yang tak tersampaikan
untuk memberimu waktu menciptakan dongeng-dongengmu
yang kan kutunggu jika kuboleh mendengarnya
kisah-kisah antara kau dan aku
yang pernah ada
namun juga menjadi tiada
mungkinkah bisa terajut dalam suatu kisah bahagia
Meski kutau tak ada gunanya..
Aku teriris..
Meski kutau ku tak kan terluka..
....Aku seakan melaju pada kereta kencana..
Memegang kendali namun kehilangan arah..
Hanya mampu ikuti arusnya..
Hanya mampu ratapi derasnya..
...
Sesakkk..
Walau ku masih tak terhimpit..
Panasss..
Walau ku masih tak terbakar..
Semakin sempit dan berhimpit..
Antara ego dan sejatinya...
...
Masih berharap..
Meski kutak tau apa yang takkuharapkan..
...
Semua tak ingin kuputus..hanya karena emosi yang tak terurus..
...
merapatkan barisan..
Merenggangkan barisan..
Melakukan keduanya..
Dengan tujuan yang sama dan berbeda..
Karna tak ada itu ada..
Dan yang ada itu tak ada..
Hanya bisa kutelusuri..
Dalam kata,rasa dan cinta..
-------------
Sony H Waluyo
Kukisahkan dongeng-dongeng
yang kuharap kau suka
dari satu dongeng ke lain
kucari mana yg membuatmu nyaman
...
diam ekspresimu
sungguh ku tak tahu
apakah kau jadi bahagia
ataukah menangis oleh dongeng-dongeng
mungkin aku terlalu egois
dengan ilusi-ilusiku pribadi
yang telah membuatmu
tercekam dalam diam seribu bahasa
biarkan ku pergi
membawa seribu dongeng yang tak tersampaikan
untuk memberimu waktu menciptakan dongeng-dongengmu
yang kan kutunggu jika kuboleh mendengarnya
kisah-kisah antara kau dan aku
yang pernah ada
namun juga menjadi tiada
mungkinkah bisa terajut dalam suatu kisah bahagia
Apa yang ingin kaukatakan
Aku mendengar...
Tapi aku tak mendengar...
Kucoba melihat..
Namun aku juga tak dapat melihatnya..
Kucoba merasakan..
Aku tak mengerti apa yang kurasakan...
...
Tegurankah itu..
Sapaankah itu..
Nasehatkah itu..
Peringatankah itu..
Atau hanya hendak menemani kegalauanku yang kau rasakan...?
....
Sungguh aku mati hendak memahaminya..
Berdarah dan konyol aku hendak menyangkal pertandanya..
Terbakar api aku berlari..
Tersengat lebah aku berbisa..
...
Apakah kata dapat menjadi kuncinya..
Hendak kautunjukkan kah jalannya..
Atau hanya membuatku mencari..?...
....
Hanya kiri..kupikir kurasakan...
...
Tuntun hatiku..
Tuntun rasaku..
Tuntun tubuhku..
Tuntun tanganku..
Tuntun setiap goresanku..
Agar mengerti aku akan bimbingmu...
....
Jika harus kutunggu..
Biarlah kutetap mendengar yang tak kudengar..
..
Karna hanya ingin sampaikan saat ini..
Terima kasih.. Dan aku mencintaimu..
Tapi aku tak mendengar...
Kucoba melihat..
Namun aku juga tak dapat melihatnya..
Kucoba merasakan..
Aku tak mengerti apa yang kurasakan...
...
Tegurankah itu..
Sapaankah itu..
Nasehatkah itu..
Peringatankah itu..
Atau hanya hendak menemani kegalauanku yang kau rasakan...?
....
Sungguh aku mati hendak memahaminya..
Berdarah dan konyol aku hendak menyangkal pertandanya..
Terbakar api aku berlari..
Tersengat lebah aku berbisa..
...
Apakah kata dapat menjadi kuncinya..
Hendak kautunjukkan kah jalannya..
Atau hanya membuatku mencari..?...
....
Hanya kiri..kupikir kurasakan...
...
Tuntun hatiku..
Tuntun rasaku..
Tuntun tubuhku..
Tuntun tanganku..
Tuntun setiap goresanku..
Agar mengerti aku akan bimbingmu...
....
Jika harus kutunggu..
Biarlah kutetap mendengar yang tak kudengar..
..
Karna hanya ingin sampaikan saat ini..
Terima kasih.. Dan aku mencintaimu..
Lelaplah cinta dalam buaiku
Saat mata terpejam..
Hanya ingin panjatkan asaku..
Agar terbang tinggi ke semesta itu..
Dan menjemputmu..
...
Sudah lelapkah dirimu.. Cinta...
Kau bawakah aku dalam mimpimu.. Cinta...
...
Tetaplah terlelap cinta..
Aku akan membuaimu dalam mimpi..
Membawamu pergi..
Ke taman impian yang tlah kubangun untukmu..
....
Dimana pelangi akan menjadi jembatan..
Diatas sungai yang penuh mutiara dan permata..
Dimana daun dan bunga akan menyanyikan merdunya cinta..
Dimana bintang dan bulan akan selalu tersenyum memandangmu..
Dimana angin akan meniupkan harumku padamu..
Dimana anggur manis akan memabukkan harimu dengan cinta..
Dimana rindu bagaikan sayap yang akan membawamu ketempat ku ada..
....
Dan biarkan kutiti pelangi..
Diiringi harmoninya kicau burung di pagi hari..
Hanya menuju padamu..
Untuk tertuju hanya padamu..
Agar dapat kuselimutkan rindu ini pada hatimu..
Agar dapat kukecupkan gairah ini ke relungmu..
...Agar cinta ini menjadi nyata dalam hatimu...
..
Terlelaplah cinta..
Karena aku akan selalu membuaimu dalam tidurmu..
Hanya ingin panjatkan asaku..
Agar terbang tinggi ke semesta itu..
Dan menjemputmu..
...
Sudah lelapkah dirimu.. Cinta...
Kau bawakah aku dalam mimpimu.. Cinta...
...
Tetaplah terlelap cinta..
Aku akan membuaimu dalam mimpi..
Membawamu pergi..
Ke taman impian yang tlah kubangun untukmu..
....
Dimana pelangi akan menjadi jembatan..
Diatas sungai yang penuh mutiara dan permata..
Dimana daun dan bunga akan menyanyikan merdunya cinta..
Dimana bintang dan bulan akan selalu tersenyum memandangmu..
Dimana angin akan meniupkan harumku padamu..
Dimana anggur manis akan memabukkan harimu dengan cinta..
Dimana rindu bagaikan sayap yang akan membawamu ketempat ku ada..
....
Dan biarkan kutiti pelangi..
Diiringi harmoninya kicau burung di pagi hari..
Hanya menuju padamu..
Untuk tertuju hanya padamu..
Agar dapat kuselimutkan rindu ini pada hatimu..
Agar dapat kukecupkan gairah ini ke relungmu..
...Agar cinta ini menjadi nyata dalam hatimu...
..
Terlelaplah cinta..
Karena aku akan selalu membuaimu dalam tidurmu..
Subscribe to:
Posts (Atom)